UJUNG TOBAKU – Pemerintah Desa Ujung Tobaku bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tobaku Jaya sukses menggelar panen perdana komoditas ikan nila pada, Sabtu 27/06/2026 . Program yang diinisiasi sebagai langkah nyata lemahnya ketahanan pangan desa ini berhasil mencatatkan hasil yang sangat memuaskan.Dari total 5.000 bibit ikan nila yang ditebar, BUMDes Tobaku Jaya berhasil menghasilkan sebanyak 372 kilogram (kg) ikan siap konsumsi. Luar biasanya, pencapaian ini hanya dicapai dalam kurun waktu pemeliharaan yang relatif singkat, yaitu selama 3 bulan .
Dihadiri Langsung Kepala Desa dan Pengurus
Kegiatan panen raya ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Ujung Tobaku, Sukirman, SIP , beserta seluruh jajaran pengurus BUMDes Tobaku Jaya dan tokoh masyarakat setempat. Suasana antusiasme warga turut mewarnai proses pemanenan di lokasi kolam budidaya.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Ujung Tobaku, Sukirman, SIP, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus BUMDes Tobakku Jaya atas kerja keras dan komitmen dalam mengelola sektor perikanan ini.
“Keberhasilan panen 372 kg ikan nila dalam waktu 3 bulan ini adalah bukti nyata bahwa Desa Ujung Tobaku memiliki potensi besar dalam kemandirian pangan. Ini bukan sekedar tentang hasil panen, melainkan bagaimana kita bisa menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa,” ujar Sukirman.
Komitmen Berkelanjutan BUMDes Tobaku Jaya
Sementara itu, pihak pengurus BUMDes Tobaku jaya menyatakan bahwa keberhasilan ini akan menjadi semangat pematik untuk terus mengembangkan skala budidaya. Pola perawatan yang intensif dan pengelolaan pakan yang teratur diakui sebagai kunci utama mencapai tingkat keberhasilan hidup (survival rate ) bibit ikan yang ditebar.
Hasil panen ini nantinya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal desa dengan harga yang terjangkau, serta sebagian dikelola kembali sebagai modal pengembangan usaha BUMDes ke depan.
Dengan berhasilnya program ketahanan pangan ini, Desa Ujung Tobaku diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan dana desa dan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.





.jpeg)









.jpeg)













